A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: Return type of CI_Session_database_driver::open($save_path, $name) should either be compatible with SessionHandlerInterface::open(string $path, string $name): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice

Filename: drivers/Session_database_driver.php

Line Number: 126

Backtrace:

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/core/MY_Controller.php
Line: 24
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/controllers/Home.php
Line: 21
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: Return type of CI_Session_database_driver::close() should either be compatible with SessionHandlerInterface::close(): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice

Filename: drivers/Session_database_driver.php

Line Number: 275

Backtrace:

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/core/MY_Controller.php
Line: 24
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/controllers/Home.php
Line: 21
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: Return type of CI_Session_database_driver::read($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::read(string $id): string|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice

Filename: drivers/Session_database_driver.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/core/MY_Controller.php
Line: 24
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/controllers/Home.php
Line: 21
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: Return type of CI_Session_database_driver::write($session_id, $session_data) should either be compatible with SessionHandlerInterface::write(string $id, string $data): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice

Filename: drivers/Session_database_driver.php

Line Number: 203

Backtrace:

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/core/MY_Controller.php
Line: 24
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/controllers/Home.php
Line: 21
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: Return type of CI_Session_database_driver::destroy($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::destroy(string $id): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice

Filename: drivers/Session_database_driver.php

Line Number: 292

Backtrace:

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/core/MY_Controller.php
Line: 24
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/controllers/Home.php
Line: 21
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: Return type of CI_Session_database_driver::gc($maxlifetime) should either be compatible with SessionHandlerInterface::gc(int $max_lifetime): int|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice

Filename: drivers/Session_database_driver.php

Line Number: 330

Backtrace:

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/core/MY_Controller.php
Line: 24
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/application/controllers/Home.php
Line: 21
Function: __construct

File: /home/santrikreatif/rsk-assyifa.sch.id/index.php
Line: 315
Function: require_once

Latar Belakang | ASY-SYIFA ISLAMIC HOMESCHOOL
MENU

Latar Belakang

KONDISI KITA HARI INI

Perkembangan zaman saat ini dirasakan begitu cepat menuju puncak teknologi dan intelektual manusia, hal ini semakin terlihat dengan semakin derasnya arus informasi, sehingga kehidupan manusia yang berbagai latar belakang pemikiran, agama, ras dan budaya bercampur aduk menjadi satu dalam dunia informasi yang saling mempengaruhi.

Kenyataan ini mesti disikapi dengan arif dan bijaksana oleh setiap muslim, ketahanan Iman dan kepribadian Islam yang ada pada diri seorang muslim akan menghadapi ujian yang cukup berat, daya tangkalnya akan pengaruh negatif terhadap dunia informasi dan lingkungan yang terus berubah dengan cepat akan dibuktikan dengan ujian-ujian daya tarik dunia yang terus menghujani Iman dan pemikirannya. Bukan hanya terhadap diri pribadi, juga terhadap keluarga dan masyarakatnya.

Diakui atau tidak kemajuan teknologi ini diiringi oleh kerusakan moral yang semakin parah, pornografi dan pornoaksi, narkoba, kekerasan, pergaulan bebas dipertontonkan disetiap kalangan, kerusakan LGBT yang terus menghantui, yang diperparah tumbuh suburnya aliran-aliran agama yang sesat dan menyimpang tanpa ada yang bisa menghentikan. Sebuah realita yang terpampang nyata di kehidupan sehari-hari.

Namun, semua sadar bahwa kita tidak boleh lari dari kenyataan perkembangan dunia informasi dan kemajuan zaman, bahkan sebagai Muslim yang baik harus ikut campur dan mengambil alih kemajuan dunia informasi dan teknologi, untuk digunakan dalam hal-hal yang positif serta memanfaatkannya untuk mengembangkan dakwah Islam, sehingga kemajuan dapat memberikan dampak positif dan mencegah efek negatif yang selama ini timbul.

Karena sebagai seorang muslim sangat meyakini bahwa kekufuran dan keimanan itu akan selalu saling menyerang dan berupaya saling mempengaruhi, saling berusaha mengeksiskan diri dalam berbagai bentuk dan upaya, sebagaimana tersurat dalam firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولا

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, Karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (Q.S. An-Nisa’ (4): 76).

Hal iniharus difahami oleh setiap Muslim bahwa mau tidak mau, sadar atau tidak sadar, sifat kekufuran dan kebathilan selalu berupaya untuk merontokkan keimanan diri, keluarga, dan masyarakatnya.Sementara dilain pihak setiap mukmin dituntut untuk turut andil dalam memperjuangkan dan menegakkan keimanan dan keislaman, agar kesalehan dan ketaatan diri tetap terjaga dan terpelihara dari berbagai pengaruh buruk kekufuran.

Maka menjadi kewajiban dan tuntutan kepada setiap pribadi muslim untuk berperan dalam kancah pertempuran hak dan bathil ini,apapun dan bagaimanapun profesi yang ia geluti, karena Sang Pembuat Syari’at telah mengingatkan kita untuk saling bahu membahu dalam kebaikan sebagaimana ia firmankan dalam Surat Al-Anfal Ayat 73 :

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu (untuk saling tolong menolong), niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar (Q.S. Al-Anfal :73)

Maka, wahai kaum Muslimin, lepaskanlah sekat-sekat, buanglah Rasa Ta’asub,nepotisme dan fanatisme buta.Mari bersatu atas dasar Iman, atas dasar Tauhidullah yang lurus,saling bergandengan-tangan,bantu membantu,bahu membahu dalam menegakkan kalimatullah, membina dan menjaga keImanan diri kita, anak dan istri kita, seluruh keluarga dan masyarakat kita. Kita rapatkan barisan agar Allah menurunkan pertolonganNya dan mengangkat derjat kita, serta memenangkan kita dunia dan akhirat.

 

PERINTAH UNTUK MEMPERHATIKAN GENERASI MUSLIM.

Allah Ta’ala Berfirman:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.(Q.S.An-Nisa’ (4):9).

Allah Ta’ala telah memperingatkan tentang generasi yang buruk :

 فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, (Q.S. Maryam (19): 59).

Perintah Allah TA’ALA untuk memperhatikan generasi penerus  adalah perintah yang harus dilaksanakan secara kolektif, karena membentuk sebuah generasi yang baik serta menjaganya dari berbagai virus kerusakan secara mental dan spiritual bukanlah pekerjaan yang ringan dan mudah, apalagi dizaman yang penuh dengan berbagai hal yang daya rusaknya jauh lebih besar dari daya positifnya. 

Tentu saja kita tidak ingin generasi sesudah kita kalah dan menjadi pecundang permainan dunia, hingga mereka menjadi generasi yang buruk dalam pandangan Allah TA’ALA, generasi yang menjadi budak nafsu yang hidup tanpa orientasi kehidupan dan kebahagiaan akhirat. Kita perlu mempersiapkan mereka, membina mereka, mendidik dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka agar mereka siap menghadapi peperangan haq dan bathil dimasa mendatang.

Usaha mempersiapkan generasi dengan mendirikan berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan yang membekali dengan pemahaman agama yang baik, seperti pondok pesantren dan semisalanya,merupakan urusan kaum muslimin yang sangat urgen, membutuhkan perhatian serta kedudukan yang khusus dalam memperbaiki ummat, dari tempat-tempat ini lahir para ulama, tokoh masyarakat, pemimpin-pemimpin ummat dan berbagai elemen masyarakat terbaik dan terdidik, yang siap melanjutkan estafet perjuangan kebaikan dimasa depan . Maka, menjadi suatu keharusan bagi tiap individu muslim untuk memberikan dukungan, demi terlaksananya program mulia tersebut.

Harus kita akui bahwa sistem pendidikan kita hari ini dirasakan masih kurang memadai untuk dapat melahirkan dan mempersiapkan generasi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Berbagai usaha penelitian dan pelatihan sangat diperlukan untuk mendapatkan sistem pendidikan yang tepat dan maksimal. Belum lagi,perkembangan teknologi dan semakin banyaknya perpecahan ummat Islam turut serta mempengaruhi kualitas pendidikan yang ditawarkan bagi generasi masa depan.

Kita tidak boleh salah dan ceroboh dalam membimbing dan mengarahkan anak kita, karena mereka ibarat kertas putih yang sedang menerima coretan untuk membentuk jadi diri. Sehingga diperlukan sebuah landasan dan prinsip yang kokoh untuk membentuk karakter mereka.  Kita mesti menyandarkan pembinaan dan arahan untuk mereka kepada Sang Maha Ber-Ilmu dan Maha Mengetahui, Serta harus bersandarkan kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi-Nya dengan pemahaman yang lurus.

Sebagai seorang muslim kita meyakini generasi yang dididik dengan Al-Quran dan As-sunnah adalah generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun dengan izin Allah TA’ALA.

KOMENTAR